11 Desember 2014

BCG...

Ketika membuka-buka file foto, aku tertarik pada foto berikut ini...

yaitu saat Athiyah berusia 2 bulan. Ketika itu Athiyah mendapat imunisasi BCG dan beberapa hari setelahnya bekas suntikan di lengan kanannya bengkak yang menurutku cukup besar karena diameternya hampir 1,5 cm. Setelah konsultasi ke bidan yang juga sepupu saya sendiri, hati ini lebih tenang meskipun sepupu saya juga agak kaget kok bisa sampai bengkaknya sebesar itu. Tapi Athiyah sepertinya biasa saja alias tidak merasa sakit saat bagian yang bengkak aku pegang pelan-pelan.
Selain itu akupun cari informasi tentang suntikan vaksin BCG itu yang memang bermanfaat mencegah TBC yang paling efektif.

Mengapa penyuntikan dilakukan di lengan ? tidak di paha saja?
Ternyata kalau disuntiknya di paha lebih sulit dilakukan karena lapisan lemak di bawah kulit paha lebih tebal sehingga dikhawatirkan kegagalannya lebih besar karena vaksin sulit menembus lapisa lemak. Untuk teknik penyuntikannya pun berbeda dengan suntik yang langsung ke dalam otot. Untuk BCG ini penyuntikannya hanya di bawah kulit.

Keberhasilan suntikan BCG berupa bisul kecil tapi tentu beda dari bisul yang biasanya. Bisul ini awalnya berupa bentol besar lalu berbentuk seperti bisul yang ada nanahnya. Nah, bentol besar pada Athiyah ini terlalu besar sehingga yang melihatnya saja agak ngeri.

03 Desember 2014

PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BICARA ATHIYAH

Pada saat ikut Posyandu bulan November kemarin, saat DDTK (Deteksi Dini Tumbuh Kembang), kami disarankan untuk semakin intens “melatih” Athiyah dalam berbicara. Meski menurut pengamatanku dan aku kolaborasikan dengan informasi tumbuh kembang anak, kemampuan bicara Athiyah masih dalam taraf normal.
Untuk perkembangan bicara anak usia 12 – 18 bulan (Athiyah kini usia 17 bulan) menurut ahli sebagai berikut:
Mampu mengucapkan  antara 1 – 5 kata yang agak jelas. Kosa kata Athiyah saat ini antara lain: mama, papa, asuk (masuk), ulis (nulis), abis (habis).  Ada juga beberapa kata yang masih kurang jelas tapi sering diucapkan, antara lain: aem (makan), au (mau), num num (minum), uka (buka), apak (bapak), acak (kakak), anti (ganti baju), atit (sakit), kalao kata yng ini ngomongnya sambil nyanyi lagunya Cita Citata. Ketika orang disekitarnya nyanyi lagu tersebut, Athiyah akan menyaut : “atit...atit...” sambil memegang dadanya...
Karena masih sangat terbatas kosa kata yang dikuasainya maka seringkali menggunakan jarinya untuk menunjuk sesuatu yang dimau sebagai pengganti kata-kata yang belum bisa diucapkannya. Misalnya : Athiyah ingin digendong  ke kamar maka dia akan menunjuk ke arah kamar sambil ngomong  “tah...tah...” . Atau ketika Athiyah ingin keluar jalan-jalan maka Athiyah akan menunjuk jilbab agar ibu atau tante pakai jilbab dan keluar  rumah.
Kalau ibu baru pulang kerja Athiyah langsung memegang bahkan kadang menarik kaos kaki ibu (agar dilepas maksudnya) dan menarik  jilbab agar dilepas juga.
Untuk stimulasi bicara Athiyah, kami, terutama aku selalu mengajaknya bicara dalam berbagai kesempatan, bahkan saat prosesi mandi. Juga dengan sering menyebut nama-nama anggota tubuhnya dan nama-nama benda yang ada di sekitar kita. Tapi seringnya kalau Athiyah disuruh menirukan kata dia hanya tersenyum atau tertawa. Tapi kalau tidak disuruh malah kadang menirukan omongan kita, tentunya kata yang tidak sulit bagi dia.
Selain itu meski kita tahu kemampuan bicaranya masih terbatas, saat Athiyah bicara sesuatu yang tidak/kurang jelas maksudnya, tetap aku usahakan untuk membetulkannya, dan aku minta anaknya untuk mengulangnya meski kadang tidak mau. Pernah coba aku tidak penuhi keinginannya karena tidak mau mengulang kata-kata yang kurang jelas, malah Athiyah marah dan menangis.
Mengapa anak bisa terlambat bicara?
Ada beberapa kemungkinan penyebabnya, antara lain : Pertama, anak-anak yang diasuh oleh orangtua/pengasuh yang pendiam sehingga kurang terstimulasi kemampuan bicaranya. Bisa juga karena tidak mau repot, sang ibu terlalu banyak membiarkan anaknya hanya menonton tv sehari-harinya. Kedua, oarangtua selalu memenuhi keinginan anak ketika anak minta sesuatu tanpa bicara hanya dengan menunjuk-nunjuk saja. Ketiga, bisa jadi karena anak-anak yang diatas usia 1 tahun masih makan makanan yang dihaluskan. Mengapa demikian? Karena organ bicara dan organ untuk makan sama sehingga kalau masih makan makanan halus berdampak juga pada kurang terlatihnya otot bicara. Keempat, adanya gangguan perkembangan seperti ADHD, austisme, mental retarded, dll. Kelima, adanya keterbatasan fisik seperti bibir sumbing dan gangguan pendengaran.  

25 November 2014

KENANGAN WISUDA SISWA

Andika, Maghfiroh, Me,   Shashi, Like
Mr. Edi, Mrs. Dwi, Me, Mrs Yuni, Mrs. Hamidah
Mrs Aminah, Mrs Dwi, Mr Ghozi, Me, Mrs Vivi
Rosa, Priska, Me, Khaliza, Linda, 
Mrs Rachma, Mrs Ria, Me
Miss Putri, Miss Rizka, Miss Meita, Miss Hani, Me

05 Februari 2014

MPASI ATHIYAH DI USIA 6 BULAN

Alhamdulillah tak terasa Athiyah sudah berusia 6 bulan pada tanggal 4 Januari 2014 ini. Itu artinya Athiyah sudah harus diberi MPASI untuk mendukung tumbuh kembangnya. Kini Athiyah harus mulai belajar makan, mendororng makanan di mulutnya ke belakang dengan lidahnya, mengecap, mengunyah dan menelannya.
Di awal-awal MPASI  Athiyah aku coba kasih pisang yang dikerok. Athiyah mau meski masih separo. Selain itu biar tidak bosan, Athiyah aku kasih biskuit bayi yang diencerkan pakai ASI. Alhamdulillah Athiyah mau juga.
Sebelum-sebelumnya aku sering cari informasi, tanya sana sini, rajin googling tentang MPASI. Beda dengan jamannya Kayla di 9 tahun yang lalu. Saat itu, selain aku masih menjadi  ibu baru yang belum banyak dapat informasi mengenai MPASI, internet pun masih harus ke warnet. Kebayang kan ribetnya. Yaaa...persiapan kuranglah saat itu, sehingga Kayla pun banyak mengkonsumsi masakan instan dari pabrik... Lha sekarang, informasi apapun sudah ada di tangan. Tinggal pencet tombol gadget di tangan, dibantu mbah google atau yang lain maka dapatlah informasi yang kita mau. Ibaratnya dunia serasa ada di genggaman kita...ceileee hiperbola banget....
Di kesempatan ini pula aku sampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada ibu, mama, mami, bunda yang hebat-hebat yang sudah mau share pengalaman di dunia maya sehingga aku banyak menimba ilmu dari mereka...(meski aku banyak yang nggak kenal dari mereka).
Nah, mulaialah aku dengan niat untuk memberikan MPAsi yang terbaik buat Athiyah sesuai dengan kemampuanku.
Selain dengan pisang yang dikerok dan biskuit yang dicairkan dengan ASI, aku pun mulai mencoba beberapa makanan untuk Athiyah. Aku pun memutuskan mengikuti jejak para bunda yang mengambil ikhtiar dengan frozen baby food dengan alasan yang sama yaitu harus berangkat kerja di pagi hari. Apalagi aku nggak ada ART jadi kalau pagi juga mesti harus masak untuk yang dewasa juga (kecuali kalau saat males baru deh beli matengan). Semoga ikhtiar yang aku ambil ini berdampak baik bagi tumbuh kembang Athiyah. Dengan pertimbangan yang sama juga dengan bunda-bunda yang lain bahwa makanan beku lebih baik daripada makanan bayi instan yang banyak dijual di toko atau supermarket, karena alami dan tidak mengandung pengawet maupun perisa makanan sintetis. Selain itu ada kepuasan tersendiri begitu bayi kita mau makan dengan makanan yang dibuat oleh tangan-tangan dan keikhlasan hati kita....ehm... ehm... Tapi terkadang dalam situasi tertentu, seperti saat bepergian, aku juga pakai bubur bayi instan.
Aktivitas pertama yang aku lakukan dalam membuat frozen baby food ini pertama beli bahannya dulu (ya iyalah...masak mau minta tetangga, kalaudiberi mau juga siihh....hehehe...)
Ada beberapa buah nih yang aku buat puree beku
suchini, kabocha, labu parang, pear

Puree labu parang atau labu kuning
Labu parang mengandung betakaroten yang cukup tinggi, di dalamnya terdapat vitamin A untuk kesehatan mata dan kulit. Juga mengandung vitamin B1 untuk kesehatan jantung, vitamin B2 untuk kesehatan mata, kulit dan tenggorokan dan vitamin C untuk kekebalan tubuh, mencegah infeksi dan kanker. Labu kuning juga mengandung zat besi yang berfungsi untuk pembentukan darah, mengandung kalium untuk menjaga keseimbangan air dan elektrolit di dalam tubuh serta mengandung serta untuk kesehatan pencernaan. Selain itu, kandungan lemak tak jenuh yang terkandung di dalamnya juga sangat baik untuk menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi pembentukan gumpalan darah. (sumber: passionmagz.com)

Cara membuat puree labu ini : dicuci dulu sampai bersih, boleh dikupas lebih dulu maupun dikupas belakangan setelah dikukus. Dikukus sekitar 10 menit. Setelah agak dingin, diblender dengan sedikit air. Kemudian dimasukkan ke dalam cetakan es atau istilah lainnya ice cube tray. Karena aku punyanya ice tray yang nggak ada tutupnya, maka aku wrapping dengan plastik cling wrap. Kemudian dimasukkan freezer sampai beku. Setelah beku, pindahkan balok-balok puree beku tersebut ke wadah yang lebih besar dan bertutup rapat (dalam hal ini aku pakai tupperware). Taraaa...jadilah labu parang beku buatanku. Untuk menyiapkannya: saat malam hari pindahkan beberapa balok puree beku tersebut ke refrigerator (kulkas bawah).  

Ketika mau makan dihangatkan dulu sebentar. Saat usia 6 bulan ini Athiyah makannya masih encer sebagai transisi dari ASI ke MPASI sehingga pureenya masih ditambah dengan ASI. Selain untuk menambah kandungan gizinya juga agar Athiyah masih bisa mengenali rasa yang pernah mampir di lidahnya selama ini. Alhamdulillah Athiyah suka puree labu parang ini.

Seperti kata para ahli, bahwa untuk awal-awal MPASI berikan dulu bayi satu bahan makanan dulu selama 3 sampai 4 hari untuk melihat responnya, apakah dia alergi atau tidak dengan makanan tersebut. Jangan lupa amati juga apakah ia kesulitan menelan, tersedak, dan juga keras lunaknya feses.


Mengenai jumlah makan yang dikonsumsinya, aku berikan secara bertahap. Satu hal yang penting bahwa MPASI Athiyah ini berprinsip NO SALT AND NO SUGAR. Why? Pertama agar anak dapat mengenal rasa asli dari bahan makanan, seperti manis, asam, gurih, dll. Dan supaya nantinya dia tidak  jadi picky eater (suka pilih-pilih makanan). Selain itu, NO SUGAR agar mencegah kerusakan gigi bila bayi sudah terlanjur suka rasa manis. Lagian kelebihan gula bisa juga menjadi penyebab diabetes.

NO SALT, agar tidak memperberat kerja ginjalnya, karena sebelum usia 1 tahun pembentukan kerja ginjal masih belum sempurna.

Di bulan ke enam ini ada beberapa buah dan sayur yang aku berikan ke Athiyah, antara lain:


Puree suchini


Suchini atau zucchini adalah sayuran mirip timun yang berasal dari Italia. Dalam bahasa Inggris disebut courgette. Bentuknya mirip timun hijau.  Suchini sebaga antioksidan yang mengandung vitamin A, vitamin C. Suchini juga mengandung vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B6, folat dan kolin). Dalam membuat puree suchini, dikukus dulu sebentar (sekitar 5 menit) lalu diblender dengan sedikit air atau tanpa air. Ternyata Athiyah juga suka dengan puree ini.



Puree kabocha



Kabocha atau labu Jepang mengandung serat yang tinggi,  betakaroten, sumber vitamin A, C dan Alpha hydro acid untuk kesehatan kulit dan mencegah penuaan dini. Selain itu juga menurunkan resiko hipertensi dan osteoporosis. Saat diolah hampir tidak ada bedanya dengan labu parang. Athiyah juga mau puree ini. Cara membuat pureenya sama dengan membuat puree dari labu parang. Tekstur setelah diblender pun lembut dan lezat rasanya.



Puree brokoli


Brokoli sangat baik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh serta untuk meningkatkan fungsi hati. Brokoli juga mengandung anti karsinogen dan senyawa antioksidan sehingga mampu mencegah  berbagai penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu juga mengandung asam lemak omega 3 yang baik untuk meningkatkan kecerdasan bayi. Untuk kesehatan tulang, brokoli juga sangat penting karena berisi kalsium tinggi dan vitamin K.

Membuat puree brokoli juga harus dikukus dulu, tentunya setelah dicuci bersih. Cukup 5-10 menit mengukusnya setelah itu diblender sebentar, akan kita dapatkan puree brokoli yang lembut.

Ada yang mengatakan brokoli ini dikonsumsi untuk bayi 8 bulan ke atas. Ada pula yang mengatakan sejak 6 bulan boleh bayi diberi brokoli. Akhirnya dengan mengharap banyak manfaat dari brokoli tersebut, Athiyah pun aku beri puree brokoli. Dia pun mau juga menyantapnya. Eh, besoknya, BAB nya jadi cair. Ini berarti Athiyah belum siap diberi puree brokoli. Lalu aku hentikan sementara brokoli. Dua minggu kemudian aku berikan lagi puree brokoli, tapi dengan dicampur makanan lain, seperti: bubur beras putih, kentang, bubur beras merah atau yang lain.



Puree Pear



Buah pear ini mengandung banyak serat dan hipoalergenik. Sebagai sumber vitamin C dan tembaga, pear dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Selain itu, dengan vitamin K, kalium yang dikandungnya mampu membantu mencegah sembelit dan membantu BAB secara teratur.

Untuk Athiyah aku pilihkan pear Ya Lie yang rasanya lebih manis. Athiyah juga suka banget puree pear ini. Cara membuatnya: setelah dicuci bersih dan dikupas lalu dikukus 5 – 10 menit. Setelah dingin lalu diblender tanpa air atau dengan sedikit air karena pear ini sudah banyak mengandung air.



Puree buncis



Buncis merupakan sejenis kacang-kacangan yang juga banyak mengandung vitamin, antara lain vitamin C, K, A, B1, B2. B3, B6, dan B11.  Selain mengandung banyak serat, buncis juga mengandung mineral seperti mangan, magnesium,  potasium. 

Puree Labu Siam


Labu siam memiliki kandungan asam folat yang cukup baik. Sayuran ini juga kaya serat untuk mengatasi sembelit dan aman untuk lambung. Selain itu juga kaya akan kalium yang berguna untuk mengendalikan tekanan darah serta membersihkan CO2 dalam darah. Selain itu juga dapat memperlancar pengiriman oksigen ke otak. Juga kaya vitamin B6 untuk metabolisme protein. Masih banyak lagi manfaat lainnya yang tidak dicantumkan disini.
Cara membuatnya tidak beda jauh dengan cara sebelumnya. Setelah dikupas dan dicuci bersih, dihilangkan biji dan bagian tengahnya lalu potong-potong dan kukus sebentar. Untuk memblender tidak perlu ditambah banyak air karena sayuran ini sudah mengandung air. 

Puree Apel

Untuk puree apel pilih apel royal gala yang rasanya lebih manis.  Apel ini merupakan makanan yang rendah kalori tapi padat nutrisi.
Cara membuatnya : Setelah apel dicuci bersih, kupas kulit apel tipis-tipis. Buang bijinya dan bagian tengahnya yang agak keras. lalu potong dadu dan dikukus sebentar. setelah dingin lalu diblender dan siap dibekukan. Manfaat buah apel bagi anak-anak antara lain mengandung vitamin A, B1, B2 dan C. Juga terdapat di dalamnya beberapa mineral seperti : kalium, kalsium, zat besi, fosfor dan yodium. Semua zat tersebut sangat menunjang pertumbuhan tulang, jaringan otot, organ, kulit da darah. Selain itu apel juga mengandung antioksidan dan fitonutrien yang berfungsi untuk menangkal bahan kimia berbahaya, kanker dll.

Untuk sumber karbohidrat, aku membuat puree jagung manis, tepung beras putih, tepung beras merah (gasol), dan puree kentang.

Puree Jagung Manis


Cara membuatnya : jagung dikupas dan dicuci bersih lalu dikukus sampai matang. kemudian dipipil lalu diblender. Atau waktu masih mentah jagung dipipil dulu lalu dikukus. setelah dingin diblender sampai halus.

 






Bubur Tepung Beras                      Bubur beras merah (gasol)










 



Puree kentang














Puree Wortel

LIBURAN AKHIR TAHUN 2013 DAN AWAL TAHUN 2014

Wuiih... lihat judul di atas eh.. baca judulnya aja seolah-olah lama banget liburannya. Padahal enggak juga lho... Liburan akhir tahun ini ada beberapa destinasi wisata yang menjadi tujuan kami.
Liburan ini sebagai hadiah atas nilai rapot yang dicapai Kayla yang secara umum lebih baik dari sebelumnya, dan juga nilai kursus Bahasa Inggrisnya di English House yang meningkat pula. Dan diperolehnya beasiswa dari perusahaan sepatu dan sandal Santika. Memang, Bapaknya pernah menjanjikan kalau hasil belajarnya bagus akan diajak liburan. Dengan harapan ke depannya Kayla lebih semangat lagi belajarnya, sholatnya dan berbuat baiknya. Selain itu, emak dan bapaknya kan juga butuh refreshing hehehe... Satu lagi, liburan ini juga sebagai hadiah ulang tahun Kayla ke-9 sekaligus hadiah ulang bulan Athiyah yang ke-6 (inilah ortu dengan paket hemat...#itung-itung isi dompet)

Destinasi pertama dan wajib adalah pondok orang tua indah di Trenggalek. Kami berangkat Sabtu, 28 Desember jam lima sore. Kami ke toko Bu Muzanah dulu untuk membeli oleh-oleh khas Gresik untuk keluarga dan tetangga disana dan juga beberapa makanan dan minuman untuk bekal di perjalanan.
Kami nyantai aja dalam perjalanan biar enjoy. Sampai Jombang kita turun istirahat dan makan. Sampai di rumah ibu jam 12 malam. Ee..Athiyah nya bangun dan bercanda-canda. Baru jam setengah tiga pagi Athiyah bisa tidur. Walhasil emaknya ngantuk banget. Paginya sekitar jam 10 pagi kita sekeluarga plus bapak dan ibu pergi ke Ponorogo untuk tilik bayi. Ada sepupu yang punya anak. Selamat ya Mbak Diah dan Mas Azhuri atas kelahiran putri ke-3 nya,semoga menjadi anak yang sholihah. Amiiin...
Sekitar jam 2 siang kita pun balik ke Trenggalek karena suami harus baik ke Gresik pada sorenya, Senin harus masuk kerja. Jadilah kita liburan di Trenggalek sampai hari Jumat.
Jumat pagi jam lima, suami datang lagi ke Trenggalek bersama mbak Hana. Setelah istirahat cukup dan sarapan, kita pun melanjutkan perjalanan liburan. Karena liburan dan sopirnya Cuma satu yaitu suami, jalannya nyantai saja sekaligus menikmati perjalanan liburan ini. Tujuan pertama ke Telaga Sarangan di Magetan. Sesampainya disana ternyata hujan sehingga kita keliling naik mobil saja. Kita turun hanya untuk foto-foto saja. Kayla minta beli jagung dan strawberry. Maunya beli strawberry dari kebunnya langsung di daerah sekitar sana, tapi karena hujan makanya nggak jadi.

Kita tidak terlalu lama menikmati Telaga Sarangan. Perjalanan dilanjut ke Grojogan Sewu di Tawangmangu. Kayla dan Bapaknya naik kuda.

Aku, athiyah dan mbak Hana jalan kaki saja. Sampai disana juga gerimis sebentar sehingga kita pun sewa payung. Ternyata Kayla dan bapaknya sudah turun duluan ke Grojogan sewu. Dihubungi via telpon susah nyambungnya saat itu. Setelah tersambung suami bilang kalau kami bertiga lebih baik nggak usah turun ke Grojogan Sewu-nya karena ternyata jalannya masih jauh dan tangganya buaanyyaaak sekali. Berapa yaa lebih seribu anak tangga deh kayaknya.
Kayla dan Bapaknya cukup kecapekan juga rupanya.
Ini Kayla berfoto dengan latar belakang Grojogan Sewu..
Kalau aku, Athiyah dan hana hanya sampai disini nih...

Perjalanan berlanjut ke Solo. Selama ini seringnya liburan ke Yogjakarta. Kali ini kita ingin liburan di Solo, puter-puter kota Sola. Kayla ingin naik bis tingkat. Masuk kota Solo hari sudah sore. 
Sambil keliling nyari hotel yang murah-murah saja (#hemat isi kantong biar habis liburan masih bisa makan hehehe...) kita pun keliling kota Solo sekalian memperlihatkan Kayla kalau di Solo ada Universitas Negeri Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Kraton Surakarta (kita nggak masuk, saat itu di sekitar karton ada semacam pasar malam), ada Ponpes As Salam (ada famili yang sekolah disana). Setelah beberapa lama keliling-keliling dan sang sopir juga butuh istirahat, kita pun nyari hotel. Maunya hotel Ibis tapi mahal. Akhirnya dapat Hotel Lampion di tengah kota yang saat itu lagi ada hot promo sekamar Cuma Rp 270 ribu  only room, nambah untuk breakfast Rp 30 ribu dua orang.

Akhirnya malam itu istirahat di hotel dan keesokan paginya sekitar jam 9.30 check out setelah breakfast. Tujuan pertama adalah serabi Solo di jalan Notosuman dan krepes di jalan yang sama.
Perjalanan berlanjut ke Dinas Perhubungan. Setelah beberapa lama nyari lokasi kantornya, kemudian mendaftar untuk naik yang jam 12 siang. Ternyata jam 12 siang sudah habis tiketnya. Adanya yang jam 3 sore, itupun tiketnya tinggal dua. Akhirnya pun dibeli juga dua tiket tersebut untuk Kayla dan mbak Hana. (sebenarnya ada 3 shift bis tingkat, yang pagi jam 9). 










Karena saat itu masih sekitar jam 11, maka kita memutuskan untuk ke Museum Batik dan Danar Hadi beli baju batik dan boneka. Tapi nggak jadi masuk museum Batik hanya di showroom Danar Hadi nya.  Rencana selanjutnya mau ke museum .... ternyata tutup karena masih direnovasi. Lanjut ke pasar Klewer untuk beli batik yang agak murah harganya daripada di Danar Hadi (#sangu cupet nih hehehe...). Kita langsung menuju ke toko batik Kencana Ungu untuk beli daster-daster, sebagian untuk oleh-oleh. Mampir lagi ke toko batik depannya Kencana Ungu yaitu toko .... beli batik lagi.  Karena sudah jam 2 siang,dan suami juga belum hapal bener jalan di Solo, kita pun bergegas menuju ke Dishub untuk persiapan naik bis tingkat, khawatir kalau macet sehingga ketinggalan kereta. Ternyata perjalanan lancar sampai di pool nya masih jam setengah tiga. Akhirnya Kayla dan mbak Hana kita turunkan disana dan aku bersama suami lanjut untuk mencicipi Bakso Alex. Ketika makan bakso dan mie ayam hujan pun turun. Sedeep bener, hujan-hujan makan bakso.

Setelah itu, di pertigaan ternyata kita bertemu dengan bis tingkat tadi. Kita pun mengikutinya dari belakang. Hujan turun deras sekali. Beruntung saat itu Kayla pilih duduk yang di bawah karena jendela di atas terbuka dan sebagian hanya ditutupi semacam terpal, sehingga (kata Kayla) banyak penumpang yang pindah ke bawah karena hujan deras.
Sampai di Jurug, bis berhenti untuk pindah posisi penumpang, yang tadinya di bawah pindah ke atas. Saat berhenti, suami nawarin Kayla mau tetep naik bis tingkat atau sudahan aja lalu naik mobil... ternyata Kayla masih tetep mau naik bis tingkat. Akhirnya mereka berdua tetap ikut bis tingkat sampai  kembali ke dishub lagi dan kita cari jalan lain untuk sholat dan isi bensin.
Lha dalah... setelah berhenti di pom bensin untuk sholat dan isi bensin, hujan turun lagi.  Bisnya sudah duluan dan nggak terkejar karena macet. Jam 5 lebih dikit bis sudah sampai tapi kita masih di jalan.  Maunya suami cari jalan pintas agar cepat sampai, ternyata malah tersesat muter-muter. Walhasil mereka berdua nunggu lama. Aku pun sudah nggak tenang, karena mereka tadi belum makan, meski mereka tadi bawa jajan dan minum, tapi kan belum makan nasi. Ceritanya Kayla, karena kelaparan akhirnya mereka makan nasi kucing di dekat situ dan masing-masing habis dua bungkus. Padahal tadi sudah merencanakan untuk nuruti apa aja maunya Kayla. Tapi karena sudah makan ya nggak jadi deh, aku sama suami sekalian ikut makan nasi kucing yang murah meriah, dan ternyata enak juga yaaa....hehehe....
Setelah makan nasi kucing bersama kita melanjutkan perjalanan. Ada teman yang tinggal di Solo dan meminta kita untuk mampir, akhirnya kita menuju ke rumahnya untuk silaturahmi. Rencananya hanya mampir sebentar saja, tapi ternyata karena keasyikan ngobrol sampai berjam-jam. Wuuiihhh...
Sekitar jam setengah sepuluh malam baru melanjutkan perjalanan ke Semarang. Sekitar jam 12 malam eehh hampir setengah satu ding baru nyampai Semarang lanjut chek in di Quest Hotel. Di hotel masih melekan lagi sampai setengah dua pagi. Paginya setelah breakfast sekitar jam 10 kami menuju ke Lawang Sewu. Kagum juga lihat bangunan Lawang Sewu dengan jumlah pintu yang begitu banyak, membawa anganku melayang ke ratusan tahun yang lalu saat orang-orang Belanda bercokol di Indonesia dan berkantor di Lawang Sewu... waduh kok jadi ngelantur...Setelah beberapa lama disana kami pun melanjutkan perjalanan keliling kota-kota Semarang, seperti di Simpang Lima, terus ke pusat oleh-oleh untuk beli oleh-oleh yang di rumah dan teman-teman kantor suami. Untuk teman-temanku dan tetangga sudah aku bawakan oleh-oleh khas Trenggalek. Beli loenpia (aku heran kok namanya nukan lumpia yaa seperti yang aku tahu selama ini. Harganya juga beda jauh dengan yang biasanya aku beli hehehe...1 loenpia aja Rp 12.500,-, tapi rasanya memang mantap...

Setelah beli oleh-oleh kita lanjut keliling melihat gereja blenduk yang ternyata itu gereja Imanuel. Rencana mau ke Masjid Jawa Tengah, tapi karena belum tahu tempatnya dan dicari di GPS nggak nemu-nemu juga akhirnya nggak jadi kesana. Kayla juga ditunjukkan stasiun Tawang yang sering kena banjir.

Perjalanan lanjut ke jepara dengan tujuan Pantai Kartini. Karena belum pernah kesana juga, jadi masih harus nyari-nyari jalan menuju ke Jepara. Saat itu suami mengandalkan GPS. Ternyataaaaa....... mengikuti GPS menjadikan kita melewati jalan-jalan desa yang sunyi, hijau dan makin jauuuuhhh....malah aku hampir putus asa rasanya. Aku bilang nggak usah ke Pantai Kartini deh, pulang aja karena saaitu hari minggu dan sudah lewat tengah hari. Aku mikir perjalanan pulang ke Gresiknya nanti. Belum lagi kalau sang sopir tercinta nggak kuat menahan kantuknya. Tapi suamiku tetep keukeuh ke Pantai Kartini. Ibarat kata sudah terlanjur basah, ya sudah mandi sekali...hahaha... sudah sampai Jepara dan sudah menempuh perjalanan yang sangat jauh, sampai melewati kerbau di pinggir sawah juga (apa hubungannya coba...?) sayang kalau sampai nggak ketemu. Kesimpulannya, harus hati-hati juga mengikuti “saran” GPS...
Setelah hampir  dua jam, lebih malah dan bertanya untuk kesekian kalinya, akhirnya sampai juga dan ketemu juga yang namanya Pantai Kartini. Legaaa rasanya akhirnya destinasi penutup liburan kali ini tercapai juga. Nggak terlalu lama kami menikmati suasana disana karena sudah sangat sore. Menjelang maghrib kami meninggalkan Pantai Kartini.
Kuliner berikutnya yang menjadi tujuan adalah soto kemiri. Sempat muter-muter juga mencari tempat yang pernah disinggahi dulu oleh suami. Setelah beberapa kali nyari lokasinya dan nggak ketemu juga akhirnya kembali ke soto kemiri yang ada saja, toh enak juga...karena laper kaleee... sampai nambah makannya.
Setelah makan, lanjut perjalanan pulang diiringi hujan yang sangat deras. Sempat macet lama juga di Pati. Setelah beberapa kali istirahat, sampailah kita di rumah ibu di Melirang jam 4 senin dini hari. Setelah beberapa saat istirahat kami pun pulang ke rumah GKB, sampai jam 5.30. Agak tergesa-gesa juga masuk kerja lagi...

Alhamdulillah, semoga liburan kali ini membawa banyak pengalaman dan tambahan wawasan bagi kami, terutama Kayla....