25 Juni 2015

KETIKA ANAK MENIRU PERILAKU NEGATIF



Sekitar awal bulan Mei yang lalu, Athiyah sering dititipkan di rumah mbahnya. tantenya  yang biasanya bersama setiap hari dengan Athiyah tidak bisa menjaganya karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan. Sekitar 4 hari Athiyah berada di rumahnya. Karena masih ASI, tiap malam sepulang suami dari kantor kami pun pergi kesana dan pagi-pagi setelah sholat Subuh kami pun meninggalkan Athiyah disana karena kami harus bekerja. Nah, mulai dari situlah nampak perubahan perilaku yang sangat mencolok pada Athiyah. Mulai dari memukul, berteriak,  merebut mainan dengan kasar, memasang muka sinis (Athiyah menatap sinis sambil memajukan dagunya, dan kadang sambil menggumam “hahh”) bahkan berekspresi sinis sambil kayak mau meludah ke lawan bicaranya (tapi maaf, ludahnya masih menempel di bibir, mungkin maksudnya mau meludahi orang tapi belum bisa.

Kaget...? pasti. Khawatir...? Iya. Sediihh...? Ho..oh... Teruss...?
Apa kita mau menyalahkan oranglain? ...Tentu itu tindakan yang kurang bijak....

Tanpa menunggu waktu lebih lama,akhirnya aku pun cari informasi ke keluarga yang disana. Ternyata memang ada salah satu sepupu Athiyah yang “bertingkahlaku”  seperti itu. Athiyah pun menirukan perilaku itu. Sepupu kami yang masih PAUD itu pun mendapatkan perilaku negatifnya dari teman-temannya.
Nah, menirukan hal-hal yang negatif atau kasar pada anak batita (usia Athiyah maupun sepupunya itu) memang hanya sekedar menirukan saja. Mereka belum memiliki kemampuan membedakan hal-hal yang dianggap baik atau buruk. Bahkan mereka belum memahami kalau kata yang diucapkan atau perbuatan yang dilakukan itu adalah hal yang tidak baik.

Meniru merupakan salah satu cara anak belajar tentang diri dan lingkungannya. Meniru verbal merupaka dasar bagi anak batita untuk belajar bahasa. Saat anak belajar bicara pun diawali dengan modelling atau meniru, karena tanpa itu anak tidak akan mampu mengembangkan kemampuannya sesuai dengan tuntutan lingkungan. 

Tapi, yang jadi masalah jika hal-hal yang jelek pun ditiru dan bahkan bila dilarang, malah dilakukan lagi.
Mengapa anak melakukan hal tersebut? Itu karena anak memiliki keterbatasan dalam kemampuan berpikirnya.
Terus bagaimana aku mentreatmen atau mengatasi perilaku negatif Athiyah ini...?
Awalnya aku melarang secara langsung. Biasa kan...emak-emak kalau ada perilaku yang negatif dari anaknya, secara umum atau refleks kali yaa...pasti akan melarang dulu. Tapi semakin dilarang, Athiyah malah semakin mengulang perilakunya tersebut. Bahkan tanpa ada pencetus apa pun ia bertingkah seperti itu, apalagi kalau ada pencetusnya yang membuat dia bete atau kesal. Ternyata dengan melarang sepertinya tidak efektif untuk Athiyah,  justru mendorongnya untuk mengulangi perilaku buruk karena dia merasa mendapatkan perhatian lebih.

Aku pun cari cara lain dengan mengalihkan perhatiannya kepada hal lain. Cara ini kadang berhasil, tapi kalau Athiyah lagi sangat kesal/marah, maka cara ini jarang berhasil. Cara berikutnya, dengan tidak memperhatikan dia saat perilaku negatif itu muncul, sambil mengatakan, “Itu jelek...jelek... Itu tidak baik... Ibu nggak mau lihat.” Sepertinya Athiyah ingin melihat reaksi orang disekitarnya saat itu dengan perilaku negatifnya, atau juga mungkin dia sedang caper.
Biasanya kalau sudah merasa dicuekin Athiyah akan merangsek maju agar kita melihatnya dan mengulang perilaku negatifnya dengan semakin “menjadi-jadi”. Tapi aku tetep kekeuh tidak melihatnya sampai-sampai dia menangis. Bagiku itu semacam punishment bagi Athiyah agar tidak mengulangi perilaku negatifnya. Agar dia belajar bahwa dengan berperilaku seperti itu orang lain tidak suka. Bahkan kalau ada orang lain saat itu seperti kakaknya, atau tantenya atau bapaknya saya seolah mencari penguatan. Misalnya kalau saat itu sedang ada kakaknya, maka saya akan bilang, “Kak, gitu tidak boleh ya... tidak baik yaa....” tentu di depannya Athiyah.

Dan bentuk punishment lain, setelah Athiyah berperilaku negatif lalu tidak mendapat perhatianku sehingga dia menangis, ujung-ujungnya akan minta ASI. Sebagai punishmentnya aku  tidak mau memberi ASI. Dia akan minta terus sambil berkata, “num...num...num ibu...aci...aci... Meski nangis pun tidak aku kasih ASI sebelum dia minta maaf. Terkadang Athiyah juga kekeuh nggak mau minta maaf dan menangis terus sambil merajuk minta ASI. Tapi seringnya mau minta maaf sambil mengulurkan tangannya dan berkata, “maf..maf...”
Setelah dikasih ASI, disela-sela menyusu dia akan bilang, “dak oyeh...idak oyeh... (tidak boleh...) sambil matanya menatapku.   

Nah, hal itu bila dilakukan terus menerus aku yakin anak akan mendapatkan insight bahwa perilaku negatifnya tidak disukai oleh orang lain. Dan alhamdulillah pelan-pelan perilaku negatifnya mulai berkurang dan jarang dilakukan lagi.
Nah, dengan peristiwa itu ada juga dampak positifnya, yaitu Athiyah jadi yahu mana yang boleh dan tidak boleh, mana yang baik dan tidak baik. Dengan meniru, ia akan belajar banyak tentang lingkungannya, dan hal ini dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasannya.
Perilaku yang ditunjukkan oleh anak akan menjadi kebiasaan baginya. Kebiasaan akan menjadi bagian dari karakter anak. Jadi jika kita ingin anak kita mempunyai karakter yang dapat diterima maka kita harus menciptakan lingkungan yang tepat dan mendidik bagi anak kita.

02 Juni 2015

PERGI KE MONUMEN TUGU PAHLAWAN DAN MUSEUM SEPULUH NOPEMBER



Setelah acara Arisan Ilmu KEB Surabaya, kami sekeluarga melanjutkan perjalanan ke Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember yang berlokasi di Jalan Pahlawan Surabaya. Ini sudah kali kedua bagi aku dan Kayla mengunjungi tempat ini. Yang pertama, Kayla bersama dengan teman-temannya di SD Muhammadiyah GKB dalam fieldtripnya, sedangkan aku pertama kali kesana sekitar sepuluh tahun yang lalu. Saat itu, belum ada eskalatornya, sekarang sudah ada. Nah, saat kemarin itu kami bisa pergi bersama-sama lengkap dengan suami dan Athiyah.
aahh...nggak foto di monumen Tugu Pahlawan karena sudah lari-lari aja tuh anak2

Suasana sangat panas saat itu, tapi tak mengurangi semangat kami untuk meiihat-lihat berbagai bukti sejarah pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya. Memang museum  yang didirikan pada tahun 1951 ini dibangun untuk melengkapi keberadaan Tugu Pahlawan (Hero Monument) untuk mengenang jasa para pahlawan pada pertempuran di atas.
Disini kakak Kayla asyik melihat-lihat dan memotret-motret berbagai peninggalan bersejarah, sementara adik Athiyah juga asyik mondar-mandir kesana kemari ikut-ikutan melihatnya. Kalau Bapak pasti asyik baca-baca ini itu di museum. Kalau ibu (aku) ya so pasti ngikutin kemanapun dua krucil ini melangkah.
Ada beberapa hal penting mengapa kami sebagai orangtua  menganggap pergi ke museum itu penting bagi anak-anak, terutama bagi Kayla dan Athiyah (kalau yang ini sih biar ngikut aja dulu…belum ngeh soalnya tentang museum), diantaranya:

    1. Dengan ke museum, Kayla bisa melihat langsung berbagai benda peninggalan bersejarah, replica maupun foto-foto dari peristiwa bersejarah tersebut.  Kalau saat pelajaran di sekolah kan lebih banyak berupa informasi yang diberikan oleh guru, sehingga dengan ke museum Kayla akan memperoleh referensi vidual.

2 2.Dengan ke museum diharapkan Kayla bisa menghargai jasa para pahlawan yang telah bersusah payah, rela berkorban nyawa demi kemerdekaan Negara. Dengan begitu, bisa sedikit demi sedikit diberi pengertian tentang bagaimana Kayla harus “berjuang” juga dalam bentuk yang lain seperti belajar dengan lebih rajin sehingga memperoleh prestasi yang baik dan kelak menjadi generasi yang bisa bermanfaat untuk bangsa dan Negara…(ketinggian nggak sih ngomong kayak gini…? Gak papa laah…namanya juga harapan orangtua…kan harus yang baik-baik kaan…)
    3.  Menumbuhkan rasa cinta Indonesia atau istilahnya nasionalisme (asal jangan sampai ultranasionalis lhoo…bisa gawaaattt….). Dengan ke museum dan melihat berbagai bukti sejarah masa lalu dan gigihnya perjuangan para pahlawan untuk Indonesia, diharapkan Kayla juga bisa meniru semangat nasionalisme para pahlawan tersebut sehingga bila suatu saat kelak dimanapun Kayla berada, dia akan tetap cinta Indonesia.

4 4. Belajar tentang perspektif waktu. Dengan berkunjung ke museum, Kayla bisa “melihat dan merasakan” berbagai gambaran peristiwa dan suasana di masa lalu. Apalagi di museum Sepuluh Nopember ini ada diorama statis yang berjumlah 8 diorama, dan akan lebih “terasa” lagi suasana saat berpuluh-puluh tahun yang lalu karena dengan menekan tombol yang ada didekat diorama akan terdengarlah suara/rekaman yang menggambarkan kejadian/percakapan/suasana  saat itu seolah-olah kita diajak kembali ke masa lalu dan mersakan gelora semangat perjuangan para pahlawan. Aku sempat merinding juga dibuatnya. Kalau pas pertama aku ke museum dulu, untuk bisa mendengarkan suara itu harus memasukkan koin dulu, tapi sekarang nggak lagi. Jadi langsung aja pencet tombolnya. Athiyah pun juga ikut-ikutan mencet.
    
  5.Dengan pergi ke museum, otomatis imajinasi kit akan terlatih dengan baik karena dengan melihat foto, replika, diorama atau video di museum disertai dengan efek audio secara otomatis imajinasi kita akan dibawa terbang ke masa lalu

  6. Melatih rasa ingin tahu. Dengan bukti-bukti sejarah yang ada di museum diharapkan Kayla akan lebih mencari tahu tentang bukti-bukti tersebut, sehingga akan menambah file-file informasi bersejarah dalam memorinya.
sebagian foto benda-benda bersejarah
Saat kami, berkunjung, ternyata ada pameran bersama sepuluh museum se-Jatim. Dalam bayanganku saat itu, pameran yang besar dan menarik seperti pamera-pameran pada umumnya yang digelar dengan meriah. Tapi ternyata pamerannya “hanya” berupa tampilan sepuluh museum dalam suatu booth yang tidak terlalu lebar dengan beberapa benda bersejarah yang barangkali menjadi ciri khas dari masing-masing museum. Namun, meski “hanya” begitu kita jadi tahu bahwa ada 10 museum yang lain yang ada di Jawa Timur yaitu: Museum Brawijaya Malang, Museum Mandilaras Pamekasan, Museum Anjuk Ladang di Nganjuk, Museum Rajekwesi di Bojonegoro, Museum Kesehatan di Surabaya, Museum Islam Nusantara di Jombang, Museum Pemda di Lumajang, Museum Tempo Doeloe Kabupaten Malang, Museum Penataran di Biltar dan Museum Sepuluh Nopember di Surabaya.

Selain ke-10 museum tersebut, masih ada banyak lagi museum di Jawa timur yaitu: Museum Loca Jalacrana Surabaya, Museum Sunan Giri Gresik, Museum Kambang Putih Tuban, Museum Proklamator Blitar, Museum Sunan Drajat Lamongan, Museum D’Topeng Kota Batu, Museum Dirgantara Kota Malang, Museum Etnografi Unair Surabaya, Museum Majapahit-Trowulan, Mojokerto, Museum Unesa Surabaya,dan  Museum Angkut  Malang. Yang terakhir dan terbaru adalah Museum Surabaya di Gedung Siola.

Dan yang sudah masuk agenda adalah mengunjungi Museum Kesehatan di Surabaya dan Museum Angkut di Malang. Penasaran banget dengan kedua museum itu.

Athiyah dan Kayla kelihatan seneng banget diajak ke museum ini. Bahkan si athiyah sering “nyanyi-nyanyi” sendiri. Samapai-sampai tempat sampah pun dijadikan cermin saat dia bernyanyi dan berjoged. Merekapun nampak sering berpelukan karena senengnya.

“DAN NIKMAT MANA LAGI YANG ENGKAU DUSTAKAN…”

26 Mei 2015

KOPDARAN PERTAMAKU DI ARISAN ILMU KUMPULAN EMAK2 BLOGGER SURABAYA


Terkesan...
Itulah yang aku rasakan setelah megikuti acara ini. Ini merupakan kali pertama aku kopdaran dengan sesama blogger. Kedengarannya ndeso banget ya... masak sejak mulai nge blog di tahun 2008 baru sekali ini aku ikut acara blogger. Lha gimana lagi, baru kali ini aku tahu ada acara ketemu bareng para blogger di Surabaya. Sebelumnya nggak pernah denger acara beginian di Surabaya kecuali acara Sunday Sharing bersama blogdetik di transmedia beberapa waktu lalu, dan aku juga nggak bisa hadir pada acara itu. Sering dengar ada acara kopdar antar blogger kok ya yang banyak di luar kota seperti di Jakarta, Bandung, Semarang, Bekasi.  Apalagi waktu sebelum bergabung dengan KEB teman-teman blog ku kebanyakan dari luar kota. Hanya beberapa teman yang dari Surabaya dan Sidoarjo, sehingga kalau mereka posting cerita kopdaran mereka, aku hanya ngiri saja dan berharap kapan ya bisa kopdaran dengan teman-teman yang selama ini hanya bertemu di dumay. Kasihan banget ya eikee... maklum juga kali ya karena saat itu belum ada komunitas kayak KEB sekarang... Dengan adanya KEB, teman tambah banyak, ilmu juga akan bertambah...Terima kasih KEB...

Kopdaran pertamaku ini bukan kopdaran biasa, karena dibingkai dalam acara Arisan Ilmu yang membahas tentang Adsense dan Bedah Blog yang disampaikan oleh Mbak Sari Widiarti (www.sariwidiarti.com), blogger dari Sidoarjo, masih muda, single, cantik dan sudah banyak ilmu dan pengalamannya di dunia per bloggingan. Dimoderatori oleh mak Titi Alfa Khairia seorang blogger Surabaya yang tak diragukan lagi kiprahnya di dunia blogger... Acaranya berlangsung di Taman Flora pada tanggal 24 Mei 2015

Meski aku datang terlambat, karena tiba-tiba harus nganter barang di Pameran Woman Onlineshop Gresik di Pondok Permata Suci yang diikuti oleh adik, tak mengurangi semangatku untuk mengikuti acara ini. Karena terlambat, aku pun nggak bisa dengerin saat Mak Icoel Sumarti Saelan menyampaikan sesuatu di acara ini. Sedih sih..tapi senangnya masih bisa menyapa, sedikit ngobrol-ngobrol dan tentu tak lupa foto bareng

Saat kami datang, aku, kedua putriku Kayla dan Athiyah yang semua kompak dengan dresscode pink, serta suamiku yang dengan setia menunggu di tempat yang tidak jauh dari lokasi acara (kalau yang ini nggak ikut dresscode...), mbak Sari Widiarti sedang  menyampaikan materi tentang Google Adsense serta share pengalamannya. Beruntungnya, Athiyah tertidur pulas di pangkuanku.Mungkin kalau tidak tidur saat itu, bakalan aku nggak bisa duduk manis mengikuti acara ini. Bisa aku pastikan dia akan ngajak wara wiri kesana kemari. Maklum bocah cilik....
ini pas sudah melek...
 Setelah materi selesai disampaikan, dilanjutkan dengan tanya jawab. Tiga pertanyaan terbaik mendapatkan hadiah dari panitia. Untuk mencairkan suasana yang kelihatannya masih agak kaku saat itu (maklumlah karena ini sebagian diantara blogger baru pertama ketemu di dunia nyata, meski sering bertemu di dumay tapi saat gaprukan atau ketemu langsung, kadang agak kagok juga yaa...xixixixi). Tapi ini tidak berlaku bagi Mak Ria Rochma karena setiap hari kecuali hari Minggu dan hari libur selalu kopdaran sama aku. Lha kok jadi kepanjangan kalimatnya... Lanjuuuttt... Nah, agar suasana lebih segar Mbak Eda Akbar mengajak kami nge-game ria dengan satu permainan. Lha kok ya pas ketepatan di game ini aku melakukan kesalahan sehingga diberi hukuman untuk maju kedepan. Senasib dengan dengan saya adalah Mbak Avy dari Sidoarjo dan emak satunya lagi dari Sidoarjo juga (aduh...maaf lupa namanya). Ternyata hukumannya diminta sharing sedikit tentang pengalaman nge blog. Rejeki tak dapat ditolak, ini adalah sebuah “sweet punishment” dan tetap dapat reward juga lho ... kurang baik apa panitianya coba...

Hadiahnya lumayan untuk menambah koleksi buku di rumah...
Terima kasih buat teman-teman panitia...
 
Sambil menunggu makpon Mira Sahid sang ungu lovers  dan mak Rinrin Indrianie, kami pun dipersilahkan menikmati gado-gado yang mantep dan enak yang sudah disediakan oleh panitia. Salut banget buat panitia yang dikomandoi oleh Mak Yuniari Nukti yang sudah berjibaku demi suksesnya acara ini. Para emak blogger panitia ini patut mendapatkan apresiasi juga atas kerelaannya meluangkan pikiran, waktu, tenaga dan biaya untuk acara Arisan Ilmu ini.

Waktu menunggu sambil makan dan ngobrol (waktu itu ngobrol sama mbak Ika Hikmah Maulida dan Mbak Yuli, kita duduk sebelahan). Pingin juga kenalan lebih dekat dan ngobrol-ngobrol dengan teman-teman blogger yang lain, yang merupakan para penulis di Sidoarjo dan Surabaya seperti Mak Vanda Nur Arieyani dan Mak Li Partic. Mak siapa lagi ya yang sudah pecah telor alias sudah terbit bukunya?...
Karena keterbatasan waktu dan sebagian teman-teman ada acara lain sehingga harus meninggalkan tempat, maka belum adalah kesempatan ngobrol-ngobrol itu. Apalagi Athiyah juga sudah bangun dari tidur pulasnya sehingga menyita perhatian juga dari aku ...sehingga harus pending keinginan untuk ngobrol-ngobrol dengan teman blogger...(balada emak-emak dengan anak balita...)
Aku masih disini untuk setia .... (lha malah nyanyi lagunya Pongky)...menunggu kehadiran Makpon Mira Sahid dan MakRinrin Indrianie karena ini kesempatan yang nggak boleh disia-siakan. Siapa tahu bisa ketularan hebatnya emak-emak kece ini...

Tarrraaaa...
Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun datang juga. Dengan senyum ceria dan sapaan renyahnya mereka berdua memasuki lokasi acara. Salut banget atas perjuangannya menuju Arisan IlmuKEB Surabaya ini. Setelah sempat ketinggalan kereta dan beli tiket lagi, masih juga harus menghabiskan waktu kurang lebih 19 jam untuk sampai Surabaya... demi apa coba, kalau bukan demi KEB...
Kesempatan ini pun tak aku sia-siakan untuk foto bareng dengan Makpon

Tapi sayangnya aku belum sempat foto bareng dengan Mak Rinrin Indrianie... cup sayang mak rinrin aah...
Ketiga emak-emak blogger yahud ibukota ini begitu berkesan dalam hatiku. Orangnya ramah, supel, humble dan welcome dengan semua teman-teman blogger. Meski belum kenal dannggak pernah bertemu sebelumnya, tapi ketika ngobrol asyik banget seolah sudah kenal sebelumnya, sehingga kalau ngobrol merasa nyaman dengan beliau-beliaunya ini. Sayangnya ngobrolnya masih kurang lama, tapi meski sebentar namun sangat berkesan...
Sebenarnya aku nunggu-nunggu Mak Mira Sahid dan Mak Rinrin maju ke podium (eh...nggak pakai podium...), maksudnya menyampaikan sesuatu kepada kami peserta yang masih “bertahan” di tempat saat itu, pingin mendengar emak-emak hebring itu bertutur tentang dunia per-blogger-an. Tapi karena waktu yang sudah siang dan beliau-beliaunya juga pasti sangat capek (belum mandi lagi....xixixi...ampuuun makpon...) setelah perjalanan panjang yang luar biasa akhirnya acara itu pun ditiadakan.
Dan saat itu pulalah, Athiyah yang sudah beberapa saat terbangun sudah membunyikan alarmnya, “ayo uyan...ayo uyan... (ayo pulang...). Aku pun berpamit diri kepada teman-teman dan panitia dengan harapan semoga dipertemukan lagi dengan emak-emak semua.
Sempat foto juga dengan Mak Nurul Rahmawati

Oh yaa...ada 2 hal yang tak kalah pentingnya yang harus aku sampaikan yaitu:
Pertama, aku tidak bisa cerita banyak tentang materi yang disampaikan mak sari Widiarti karena aku datangnya telat sehingga kurang afdol rasanya kalau aku nge-share materi disini. Dan aku juga masih belum paham-paham amat dengan google adsense (belum paham, telat lagi...lengkap sudah penderitaanku xixixi...). Untuk itu aku serahkan pada emak-emak blogger yang lain yang sudah berkonsentrasi dari awal mengikuti materi untuk memposting materinya. Saya nanti ikut nyimak dan belajar lagi...
Kedua, foto-foto di atas hasil jepretan putri sulungku, Kayla Aminah. Terima kasih kakak sudah ikut dan membantu ibu dalam acara ini. Semoga nanti kakak juga bisajadi blogger hebat ya... Hayyo dong blog diarykayla-nya (http://diarykayla.blogspot.com) diramaikan lagi...
setelah acara kami ke Tugu Pahlawan

Iiihh...emaknya jarang posting, mosok anaknya disuruh rajin posting....ampyuuunn deehh...

23 April 2015

MILAD SD MUHAMMADIYAH GKB GRESIK KE-20 DAN APLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK



Acara puncak Milad dan Aplikasi Pembelajaran Tematik dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 April 2015 di sekolah. Seluruh siswa dan wali siswa mengikuti acara yang dihadiri oleh Kepala BKD Gresik Bapak Drs. Nadlief, M.Si. Acara diawali dengan Pawai Milad oleh seluruh siswa di daerah sekitar GKB. Oh ya, kali ini siswa setiap kelas memakai dress code yang berbeda-beda. Kelas 1 tema hewan dan tumbuhan, kelas 2 tema keselamatan, kelas 3 tema kebhinekaan, kelas 4 tema batik, kelas 5 tema kesulthanan, dan kelas 6 tema kotak-kotak.

Sementara siswa siswi berpawai, para wali siswa bisa mengunjungi stand bazar makanan di Festival Jajanan Khas Gresik dan Nusantara yang dilombakan juga. Wali siswa pun langsung menyerbu stand yang ada.

Setelah siswa siswa kembali dari pawai dan beristirahat sejenak, acara ceremony di lapangan timur pun dimulai. Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan oleh kepala BKD Gresik Bapak Drs. Nadlief, M.Si dan Kepala SDM GKB ibu Idayati, S.Pd.



Acara dilanjutkan dengan unjuk kebolehan siswa dari sebagian kegiatan ekstrakurikuler seperti ekstra tari dan organ. Ada juga kegiatan mewarnai oleh siswa kelas 1 sampai dengan kelas 3.



O ya, acara milad dan aplikasi pembelajaran tematik ini tidak hanya pada hari Sabtu kemarin saja, tapi merupakan rangkaian acara yang sudah dimulai sejak Senin, 30 Maret. Adapun rangkaian acaranya sebagai berikut:
1.       Senin, 30 Maret s/d Kamis, 9 Maret 2015 Lomba Kebersihan dan Keindahan Kelas
2.       Jum’at, 10 April 2015 Cerdas Cermat tentang SD Muhammadiyah. Disini Kayla juga ditunjuk oleh wali kelasnya untuk mewakili 4C bersama dua orang temannya, tapi gagal mencapai final. Namun, Kayla terlihat tidak berkecil hati dengan kekalahan ini. Semangat terus ya Kakak...
3.       Selasa, 31 Maret s.d Kamis 9 April 2015 Pembuatan Surat untuk Bapak Bupati
4.       Selasa, 31 maret s.d  Kamis, 9 April 2015 Lomba Cipta Lagu untuk SD Muhammadiyah GKB. Nah, lomba ini diikuti oleh wali siswa dimana satu kelas terdiri dari satu grup yang terdiri dari 3 wali siswa. Lagunya direkam di CD atau flashdisk.

Acara yang dimulai pukul 06.30 dan diakhiri pukul 10.30 ini ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba serta pemilihan kostum terbaik.